Kamis, 07 Januari 2016

10 Cara Cerdas Mengatur Keuangan Pribadi



Penghasilan sebagai pekerja sebesar apapun yang didapat tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan, jika tak dihentikan kata puas.

Di sisi lain peningkatan biaya hidup kian tak terbendung. Bila tak pintar-pintar mengatur keuangan maka bukan untung yang diraih tapi bisa utang yang menumpuk.

Tak ingin terus terperosok dalam mengatur keuangan, berikut 10 cara cerdas yang bisa ditiru tentang pengelolaan keuangan pribadi, melansir laman US News tentang personal finance, Selasa (11/6/2013):

1. Tetapkan Tujuan Keuangan

Bagi beberapa orang, tidak ada yang lebih menarik dibandingkan menyisihkan sebagian uang untuk membeli rumah dengan tiga kamar tidur berpagar putih. Mimpi lain melanglang buana ke seluruh dunia.

Memang benar jika memiliki tujuan yang pasti akan membuat lebih mudah mengatur keuangan pribadi. Hal itu juga akan menjadi motivasi untuk mengumpulkan pendapatan.

2. Buat Rencana Pengeluaran

Kebanyakan orang menghabiskan sekitar 2/3 dari pendapatan mereka pada tiga hal penting, yakni: makanan, perumahan, dan transportasi. Adapula pembayaran utang, tabungan, biaya rumah tangga, dan barang-barang opsional seperti hiburan.

Anda sebaiknya membuat anggaran tahunan dengan mengalokasikan tujuan belanja berdasarkan pembagian pos masing-masing. 

3. Tahan Diri Terhadap Godaan Tawaran Penjualan

Toko memang diciptakan untuk menguras habis kantong pembeli. Tawaran promosi seperti diskon, hadiah hiburan adalah beberapa teknik yang digunakan penjual untuk menarik konsumen.

Tapi jika kita mengetahui trik mereka, akan membuat kita bisa menahan godaan dari tawaran-tawaran tersebut.  Hal lebih mudah adalah segera mengatakan tidak atas semua tawaran tersebut. 

4. Lacak Pengeluaran Pribadi

Melacak setiap pengeluaran selama dua minggu dapat menyaring pengeluaran yang tidak perlu, seperti makanan restoran dan biaya taksi.

5. Mencari Produk Serupa yang Menawarkan Harga Lebih Murah

Penetapan harga produk di sebuah toko ternyata bisa jauh lebih mahal dari harga awal produk tersebut. Jika ketika ingin membeli satu produk dan melihat harga yang lebih rendah tercantum di tempat lain, jangan ragu untuk pindah ke toko tersebut.

6. Lakukan Riset Online Sebelum Mengunjungi Toko

Situs review produk, dan gudang diskon online sering memberikan informasi tentang bagaimana dan di mana untuk menemukan penawaran terbaik. 

Apalagi jika ada tawaran pengiriman gratis, bisa membuat pembelian online sebagai pilihan.

7. Cari Pendapatan Lebih dari Satu Sumber 

Pada zaman sekarang apapun bisa terjadi. Kurangnya keamanan kerja di pasar saat ini membuat siapa pun bisa kehilangan pekerjaan atau menghadapi pemotongan gaji.

Namun hal ini diperbaiki jika ada sumber penghasilan kedua. Carilah ide-ide tentang cara untuk mendapatkan lebih banyak uang.

8. Mulai Bisnis Sendiri

Seperti di Amerika, resesi mengilhami banyak orang untuk mengeksplorasi kewirausahaan, sebagai cara untuk mengambil kembali kendali kehidupan finansial mereka. 

Bahkan usaha relatif kecil, seperti blog yang menghasilkan uang melalui iklan atau kebun yang menghasilkan bunga, bisa berubah menjadi sumber keamanan finansial.

9. Negosiasikan Gaji Kembali 

Banyak pekerja merasa beruntung memiliki pekerjaan dalam kondisi saat ini. Namun kadang meminta kenaikan gaji dapat menjadi langkah yang lebih cerdas. 

Jika Anda baru saja berganti pekerjaan, menerima promosi, atau menyadari dibayar rendah dibandingkan dengan rekan-rekan yang lain, mungkin sudah saatnya untuk duduk dengan atasan dan meminta kenaikan gaji.

10. Jangan Menghindar dari Utang

Utang memiliki reputasi buruk karena dinilai menyebabkan kebangkrutan. Namun mengambil kredit dengan pengelolaan yang tepat ternyata dapat berguna. 

Kredit memungkinkan orang untuk membeli rumah maupun membiayai keperluan mendesak lainnya.  Tapi tetap evaluasi keputusan tentang utang ini dengan mempertimbangkan dampaknya secara hati-hati. (Nur)

Kastil Pinggir Tebing Skotlandia Bak Kisah Dongeng


Kastil Dunnottar di Skotlandia (Dunnottar Castle)
















Aberdeenshire - Dalam kisah dongeng, sering digambarkan sebuah kastil cantik dengan latar ladang hijau menghadap laut. Di Skotlandia, sungguhan ada kastil yang seperti itu.

Latar kastil di tepi jurang dengan rumput hijau menghadap laut agaknya banyak digambarkan dalam sejumlah kisah dongeng dari Eropa. Walau terdengar tidak nyata, namun Kastil Dunnottar di Skotlandia punya karakteristik bak kisah dongeng.

Seperti dilansir detikTravel dari situs Dunnottar Castle, Jumat (20/11/2015) kastil tersebut diketahui sempat menjadi kediaman sejumlah Ratu dan Raja Skotlandia. Sejumlah nama besar seperti William Wallace, tokoh yang difilmkan oleh Mel Gibson dengan judul Braveheart, Mary Queen of Scots, Marquis dari Montrose hingga Raja Charles II diketahui pernah tinggal di sana.

Pada abad ke-9, bangsa Viking diketahui sempat menginvasi, menjarah, dan menghancurkan kastil tersebut. Selain itu Kastil Dunnottar juga sempat menjadi basis pertahanan untuk melawan pasukan Cromwell selama 8 bulan untuk mempertahankan Mahkota Skotlandia dan pusaka kerajaan lainnya dari kehancuran.

Dunnottar Castle















Kemudian Kasti Dunnottar didiami oleh Earls Marischal yang merupakan salah satu dari keluarga paling berkuasa di Skotlandia kala itu. Namun pada tahun 1715, sang Earls terakhir didakwa bersalah karena keterlibatannya dalam peritiwa kerusuhan yang berakibat pada penyitaan Kastil Dunnottar oleh pemerintah.

Semenjak saat itu, Kastil Dunnottar seakan terlupakan begitu saja. Namun pada tahun 1925, Viscountess Cowdray berinisiatif untuk mereparasi Kastil Dunnottar. Setelah direnovasi, barulah kastil tersebut dibuka kembali untuk wisatawan.

Dunnottar Castle
















Wisatawan yang datang berkunjung ke Kastil Dunnottar tentu seakan dibawa kembali menyusuri masa lalu. Bayangkan Anda melihat kastil yang telah menjadi saksi dari sejumlah intrik politik hingga Raja dan Ratu. Bisa juga Anda berjalan menyusuri kastil sambil membayangkan kisah dongeng.

Kastil Dunnottar terbuka untuk kunjungan setiap hari, dari pukul 10.00-15.00 waktu setempat. Tiket masuknya adalah 6 Euro (Rp 88 ribu) untuk dewasa, dan 2 Euro (Rp 29 ribu) untuk anak kecil dibawah umur 16 tahun.

7 Kesalahan Karir yang Sering Dilakukan Fresh Graduate

7 Kesalahan Karir yang Sering Dilakukan Fresh Graduate

Lulus kuliah bukan berarti Anda bisa bebas bersantai. Ini justru awal dari hidup Anda yang lebih "berat" karena setelah lulus kuliah, artinya mencari pekerjaan harus dimulai. Kemudian Anda juga harus kembali belajar untuk menyesuaikan diri memasuki dunia kerja profesional yang pastinya lebih sulit.

Agar tak gagal sebelum memulai, hindari tujuh kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate di bawah ini.

 1. Tidak Ada Perencanaan Karir

Salah satu masalah yang kerap dimiliki karyawan fresh graduate adalah tidak memiliki strategi perencanaan karir dan tidak tahu apa yang menjadi target ke depan. Padahal dengan memiliki rencana karir berarti Anda tahu apa tujuan karir Anda, apa langkah yang harus dilakukan untuk mencapainya, dan Anda pun akan lebih fokus dalam karir.

Tak adanya perencanaan inilah yang membuat banyak fresh graduate melamar ke banyak perusahaan di industri yang berbeda-beda dengan posisi yang berbeda-beda pula, dan akhirnya terjebak menjalani pekerjaan yang sebenarnya tidak dia sukai.

2. Yang Penting Bisa Kerja

Bagi fresh graduate, mendapatkan pekerjaan adalah hal yang paling penting, terutama di tengah persaingan ketat di dunia kerja seperti saat ini. Jadi mereka tidak pilih-pilih meskipun jenis pekerjaan yang akan mereka tekuni tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka, maupun minat.

Mencari pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan memang tidak dilarang, terutama untuk mencari pengalaman. Tetapi pastikan bahwa ini adalah bidang yang memang Anda sukai. Jangan sampai Anda rugi karena pendidikan tidak terpakai, panggilan hati pun tidak terpenuhi.

3. Tidak Dibarengi Usaha

Seringkali para fresh graduate berharap untuk sukses dalam bidang karir dan kehidupan masa depan, tetapi mereka tidak membarengi mimpinya itu dengan usaha dan kerja keras. Jika Anda berharap bisa menjadi seorang Programmer yang andal, tetapi tidak punya pengalaman, Anda sebenarnya bisa mencari pengalaman dengan melakukan internship. Sayangnya Anda malas melakukannya karena tidak dibayar. Akibatnya lamaran kerja Anda sering ditolak karena Anda tidak pernah punya pengalaman kerja sedikit pun.

4. Terlalu Idealis

Orang-orang yang baru saja lulus kuliah memang terkadang punya sifat idealis dan memegang teguh prinsipnya meskipun harus bertabrakan dengan kenyataan di lapangan. Namun Anda perlu lebih bijaksana dalam menjunjung tinggi keidealisan Anda itu. Ingat, dunia kerja tidak sama dengan dunia kuliah dulu. Anda akan lebih sering menemukan area abu-abu dibanding hitam atau putih. Jadi, pintar-pintarlah bermain di semua area tersebut, dan carilah kompromi atau jalan tengah.

5. Kurang Inisiatif

Banyak karyawan fresh graduate yang memiliki kemampuan lebih namun tidak dimanfaatkan untuk meraih karir yang lebih tinggi. Rasa minder, malu, atau pun tidak enak karena masih anak baru sering menjadi alasan. Padahal dunia kerja masa kini memberikan peluang yang sama pada lulusan fresh graduate untuk bisa bersaing dengan karyawan yang lebih senior. Tuntutan kerja yang lebih cepat dan teknologi yang makin canggih menyebabkan lulusan fresh graduate biasanya lebih unggul, terutama dalam hal ide kreatif, teknologi, dan memberikan perspektif baru yang lebih segar dan out of the box.

6. CV yang Pas-Pasan

Melamar pekerjaan tentu membutuhkan CV yang meyakinkan. CV yang terlalu miskin informasi akan membuat lamaran Anda berakhir di tong sampah. Seringkali CV seorang fresh graduate dibiarkan polos tanpa ada hal menarik yang bisa Anda tonjolkan. Ini yang menyebabkan Anda jadi sulit dipanggil wawancara.

Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah 'menghias' CV Anda dengan beberapa prestasi dan pengalaman berorganisasi, atau Anda bisa melakukan internship untuk menambah pengalaman dan membuat CV Anda lebih keren.

7. Tak Menganggap Serius Deadline

Meyelepekan pekerjaan dan menunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk masa kuliah yang tidak cocok dilakukan di dunia kerja. Anda bisa saja mengerjakan tugas kuliah sehari sebelum deadline, tapi jika kebiasaan ini masih dipelihara sampai Anda bekerja, Anda bukan hanya akan keteteran pekerjaan. Seluruh proyek bisa tertunda bahkan gagal hanya gara-gara Anda terus menunda-nunda. Tentu saja nama baik dan profesionalisme Anda pun akan tercoreng.

Kuliah Sambil Kerja? Ikuti Tujuh Langkah Ini



Kuliah Sambil Kerja? Ikuti Tujuh Langkah Ini

Banyak alasan mengapa banyak orang memutuskan kuliah sambil bekerja. Misalnya saja alasan ekonomi, keinginan untuk mendapatkan pengalaman kerja, atau mungkin juga untuk cara membuktikan diri bahwa ia sudah mampu masuk ke dunia kerja profesional.

Pada kenyataannya, kuliah sambil bekerja tidaklah mudah. Anda bukan hanya harus pintar mengatur waktu, tetapi juga kudu memiliki stamina yang kuat. Salah strategi bisa membuat Anda drop out dari kuliah, atau justru diberhentikan oleh perusahaan karena dianggap tidak perform.

Jangan galau, berikut ada tujuh langkah yang bisa Anda lakukan bila Anda memilih kuliah sambil bekerja.

 1. Kenali Perusahaan Anda Terlebih Dahulu

Jika Anda adalah seorang karyawan baru, sebaiknya Anda menunda atau cuti kuliah untuk sementara waktu. Tapi ingat, hanya untuk sementara waktu saja!

Ini penting karena Anda belum mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan juga bagaimana Anda bisa juggling membagi waktu antara bekerja dengan kuliah.

Setelah Anda bisa menyesuaikan diri dan mengenal perusahaan tersebut luar dalam, Anda bisa memutuskan untuk kuliah kembali. Ini dipermudah dengan banyaknya kampus yang memberi kesempatan kuliah sore atau malam hari untuk para karyawan.

 2. Motivasi Diri

Tetapkan hati Anda untuk bekerja sambil menyelesaikan kuliah. Tekankan pada diri Anda kalau karir Anda di pekerjaan sekarang akan lebih melejit bila Anda bisa menyelesaikan kuliah, atau bahkan Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik nantinya.

Motivasi diri juga akan jadi tameng yang mencegah Anda malas kuliah karena “euphoria” bekerja dan berkumpul dengan teman-teman seprofesi.

 3. Gunakan Waktu Weekend 

Selain belajar pada malam hari, Anda bisa menggunakan waktu weekend seperti Sabtu atau Minggu untuk mengulang pelajaran atau membuat tugas kuliah. Weekend juga bisa digunakan untuk bertemu teman kuliah atau melakukan tugas kelompok. Pastikan menyelesaikan tugas kampus bila Anda memiliki waktu luang atau di saat pekerjaan di kantor sudah selesai.

 4. Jalin Hubungan Baik dengan Teman Kerja dan Teman Kuliah

Teman kerja dan teman kuliah memiliki posisi penting untuk Anda karena mereka akan bisa membantu Anda. Ciptakan hubungan harmonis dengan mereka dan miliki nomor handphone, WhatsApp, atau pin BBM untuk selalu intens berhubungan dengan mereka.
Mereka akan jadi orang yang bisa Anda tanya bila ada tugas kuliah, atau pekerjaan kantor yang mungkin tidak Anda ketahui.

 5. Manajemen Waktu dan Skala Prioritas

Berhubung Anda sangat sibuk, astikan Anda bisa mengatur waktu dengan sangat baik. Misalnya kapan harus bekerja dan kapan harus kuliah atau belajar. Buat skala prioritas, mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu: tugas kuliah atau tugas kantor.

Anda bisa membuat time table atau jadwal kerja yang memuat semua kegiatan Anda, baik perhari, perminggu atau perbulan. Baik juga menyimpan jadwal dan agenda Anda dalam smartphone Anda dan menghidupkan alarm untuk mengingatkan apa yang harus Anda lakukan.

 6. Cukup Istirahat

Jika ada waktu lowong, misalnya tidak ada pekerjaan atau tugas kuliah, maka gunakan waktu tersebut untuk bersantai dan memanjakan diri Anda. Anda bisa tidur sepuasnya, membaca buku kesukaan atau menenangkan diri. Hal ini bisa mencegah stress yang mungkin muncul karena aktivitas Anda yang padat sehari-hari.

 7. Negosiasi dengan Bos

Bila tenyata pekerjaan dan tugas kuliah terlalu banyak sehingga Anda sulit mengerjakannya sekaligus, mungkin Anda bisa bernegosiasi dengan atasan untuk mencari solusi. Saat Anda diterima bekerja di tempat tersebut, pihak manajemen pasti sudah tahu kalau Anda sedang menyelesaikan kuliah, jadi ada sedikit pengertian untuk hal ini. Lebih baik berterus terang daripada pekerjaan yang dibebankan ke Anda berantakan.

Kuliah sambil bekerja, kenapa tidak?

Boxing Day Bukan Hari untuk Bertinju



Kebanyakan orang akan lebih memilih untuk beristirahat, menikmati waktu berkualitas bersama dengan keluarga, dan menikmati liburan ketika sehari setelah Natal. Umumnya hampir semua orang berpikiran seperti itu kecuali orang-orang Britania.

Sepanjang sehjarahnya, 26 Desember adalah sebuah tanggal yang sudah menjadi momen yang tidak boleh terlewatkan di kalender sepakbola. Hari tersebut dikenal sebagai istilah Boxing Day.

Pada hari itu, keempat liga sepakbola profesional di Inggris, dari Liga Primer Inggris sampai Football League Two, akan menjalani seluruh pertandingannya.

Pada Boxing Day ada 10 pertandingan Liga Primer yang semuanya dilaksanakan pada hari yang sama. Hal tersebut tidak sering terjadi. Pertandingan pada hari tahun baru dan hari terakhir (matchday ke-38) di akhir musim waktu lainnya yang menyediakan 10 pertandingan yang dilaksanakan bersamaan pada satu hari.

Hal ini menimbulkan perasaan khusus yang berkaitan dengan sepakbola di Inggris. Seluruh mata dunia memang berada di Liga Primer pada Boxing Day. Tidak heran, karena itu adalah salah satu hari dalam setahun ketika hanya di Inggris saja yang menyediakan tontonan siaran langsung sepakbola yang bisa menarik jutaan uang bagi kesebelasan pada hari di mana semua hampir orang terlibat.

Bagi banyak penggemar sepakbola di Inggris, hari ini mungkin hari yang paling suci dalam kalender olahraga untuk beberapa alasan. Misalnya, Anda harus memahami bahwa Boxing Day cukup banyak diperlakukan sama seperti “Hari Natal”-nya di sepakbola Inggris.

Keluarga berkumpul pada Boxing Day untuk merayakan lagi pesta Natal yang masih tersisa semalam sebelumnya sambil berusaha untuk tidak mabuk secara berjamaah pada saat yang paling penting, yaitu saat menonton sepakbola.

Tahun ini, seperti setiap tahun, tidak berbeda karena setiap kesebelasan Liga Primer akan beraksi pada kesempatan yang membahagiakan ini. Kita, sebagai penonton, tentu menyukainya.

Sejarah Boxing Day

Kita yang tidak tahu mungkin mengira Boxing Day adalah harinya bertinju. Namun, nyatanya kata “boxing” di sini bukan memiliki arti tinju, melainkan dari kata dasar “box” yang berarti kotak (bungkus hadiah). Sehingga, “boxing” di sini memiliki arti membungkus hadiah Natal.

Boxing Day dimulai sebagai tradisi di kalangan keluarga kaya di abad pertengahan di Inggris. Dahulu, pegawai harus bekerja pada Hari Natal untuk melayani orang kaya, tapi punya hari libur di hari berikutnya untuk merayakan Natal bersama keluarga mereka sendiri.

Pada hari setelah Natal tersebut, para orang kaya yang mempekerjakan mereka itu akan menghadirkan hadiah yang dibungkus rapi dalam sebuah kotak (box), maka nama “Boxing Day” muncul dari sini.

Pertandingan sepakbola pertama pada Boxing Day berlangsung pada tahun 1860, ketika Sheffield dan Hallam berhadapan. Banyak yang telah berubah sejak saat itu, tapi 26 Desember masih menjadi salah satu hari yang paling diantisipasi pada jadwal pertandingan, tidak peduli kesebelasan manapun yang Anda sukai.

Suasana akan menjadi ramai dengan kegembiraan, keluarga berkumpul di stadion atau di sekitar televisi untuk menonton pertandingan sepanjang hari, layaknya pesta keluarga pada Hari Thanksgiving di Amerika Serikat.

Bagi banyak orang, Boxing Day di Inggris adalah liburan favorit mereka. Bagi banyak orang, hari itu mereka bisa melarikan diri dari kerasnya Natal.